Jumat, 11 Mei 2012

Masa

(source: aimhighaimjannah.tumblr.com)

Entah apa yang ada di benak hingga mampu mengeluarkan tulisan.
Entah apa yang ada di hati sampai sanggup menuangkan keresahan.
Jika suatu hari akan mampu membuat kebahagiaan menjadi nyata,
Saya selalu ingat akan lirik ini.
  
...

jalani hidup...
tenang tenang, tenanglah seperti karang
sebab persoalan bagai gelombang
tenanglah tenang, tenanglah sayang

tak pernah malas...
persoalan yg datang hantam kita
dan kita tak mungkin untuk menghidar
semuanya sudah suratan

oh matahari, masih setia menyinari rumah kita
takkan berhenti, takkan berhenti menghangati hati kita
sampai tanah ini inginkan kita kembali
sampai kejenuhan mampu merobek robek hati ini

sebentar saja...
aku pergi meninggalkan
membelah langit, punguti bintang
untuk kita jadikan hiasan

sampai tanah ini inginkan kita kembali
sampai kejenuhan mampu merobek robek hati ini

tenang tenang, tenanglah sayang
semuanya sudah suratan
tenang tenang, seperti karang
bintang-bintang jadikan hiasan


berlomba kita, dengan sang waktu
jenuhkah kita, jawab sang waktu
bangkitlah kita, tunggu sang waktu
tenanglah kita, menjawab waktu

seperti karang tenanglah...

berlomba kita, dengan sang waktu
jenuhkah kita, jawab sang waktu
bangkitlah kita, tunggu sang waktu
tenanglah kita, menjawab waktu

Iwan Fals , Lagu 1 (Hidup), 1992.

 ...
oh Allah, give me the best 
give patience to deal with everything.
this bad situation for me.

Keadaan terpukul kali kedua setelah kepulangan ibu.
Mom, I always miss your figure
:|

Rabu, 09 Mei 2012

easy place on a highest temp!

 The Second Building

scrag
 
concrete plan

timber crossing

Safety Room

i don't care!

my grandma cigarettes

direct sunlight

level

the reference



my homework

gaussian

mind your head

mind your step

hundred per sheet

peek next cubicle

noisy block





studio processing
 
Das ist meine Arbeit Tisch
fast food
 
The best place to work on it is down here.
What it does is, it gets you in a habit and gets your comfort level with doing something new.
I hope so..

(*All images taken using Blackberry Bold 9700 camera with monochrome mode)

Senin, 07 Mei 2012

Ini Apa Judulnya Ya?!

poor digital imaging :))


This is Mayday, First of May, Merry merry labour day – Tika, Mayday.
Entah kenapa disaat dengerin lagu itu saya jadi kepikiran untuk menulis. yang katanya menulis itu simbol dari sebuah perlawanan. padahal bagi saya, menulis itu menghentakan alat tulis ke media gambar, atau seperti saat ini, memijit-mijit tombol beraksara  di sebuah alat elektronik yg disebut laptop. hehe..

Mumpung lagi memperingati hari buruh internasional, saya melantur sedikit tentang kerjaan deh. Menapaki dunia kerja memang tidak selalu mulus. Tentang atasan lah, rekan kerja lah, atau pun suasana kerja yang mengganjal. Tapi pernahkah mempunyai atasan yang saya anggap (mungkin) gila segila gilanya, atau yg teman saya bilang she is fvckin freaking fvck! Hahaaa.. 

Strike one, Tuesdayphobia, saya menganggap hari selasa merupakan kutukan dari aliansi dewa perang dan sejenisnya, yang akan meremas prajurit-prajurit yang lemah tak berdaya di hadapannya. Dia selalu mengadakan coordination meeting di hari selasa dimana pada hari itu dia selalu melempar makian yang dianggap kerjanya buruk. Dia injak harga dirinya, dia taburkan benih kebencian yang  ditanam dalam dirinya (menahun kayanya hahaa) terhadap siapapun yang siap menjadi ladang amarahnya. Ini gila, saya sangat merasa dia seorang bos, namun saya tidak menganggap dia seorang pemimpin. Padahal saya tidak gender rasial loh. Toh yang menganggap buruk hanya  kepribadiannya dia, bukan SOP perusahaan yang dia pimpin koq. weird!
This is your stress release mom, not organise corporate purposes! 

Strike two, intolerant-principal, 15.11 diruang ibu tiri (sebutan lain untuk bos), “pak, skrg ditunggu di lobby” suara si bos dengan nada 8 oktaf-lah, ngga terlalu tinggi menyuruh sopirnya, “iya bu, tapi boleh saya minta izin sebentar untuk sholat ashar” ucap pak sopir memohon. “tidak, sekarang di lobby” bentak dia, dan pak sopir pun beranjak ke parkiran. Di luar dugaan, entah dia menyadari ucapannya atau tidak dia berkata, “sholat??!!, heuh”. WHAT THE FVCK!!! Kejadian itu membuat rekan saya shock setengah gila setelah mendengar perkataannya.

Ini sudah diluar batas kewarasan saya terhadap seseorang yang tidak toleransi terhadap prinsip orang lain, memang itu kejadiannya tidak terjadi langsung terhadap diri saya, tapi saya percaya, ‘cause sooner or later dapat terjadi terhadap bawahan lainnya. Saya bukan muslim yang taat, jauh dari predikat soleh, yang malu untuk memberi titel “H” di depan nama saya jika iya ada, meskipun mendengar nama saya pun orang akan berpikiran apa agamanya. Akhir-akhir ini memang agak sensitif terhadap sesuatu yang berhubungan dengan agama, dilain sisi yang ditentang keluarga karena berhubungan dengan perempuan non-muslim, orang yang sibuk mencari jati dirinya dengan mengatasnamakan agama, atau curhatan orang beragama yang tidak mencerminkan dirinya beragama. Lah jadi curhat,stopped! Hahaa..

Ternyata ini riil, di depan muka saya, terjadi pelecehan prinsip beragama dalam dunia kerja. Ini semacam jaman Lenin di Chechnya, yang melarang orang lain untuk melakukan ibadah. Ternyata masih ada penindasan yang berprilaku rasis agama dalam dunia kerja di Indonesia, yang padahal negaranya mayoritas muslim. Saya tidak peduli apa agamanya, sudah lebih dari 50 tahun loh indonesia merdeka, hak-hak kebebasan beragama pun ditulis dalam undang-undang dasar. Untung saja dia tidak melakukan headshoot kepada siapapun yang akan melakukan sholat, jika seperti itu, saya yang mati salah satunya hahahaa..

Strike three, unpredictable moment, bukan dia orang yang tidak bisa dibaca sifatnya, justru dengan perlakuan seperti itu dia dapat mudah dikenal oleh anak buahnya. saat dimana karyawannya akan berfikiran yang sama seperti saya, yang dia tidak akan pernah tahu kapan saya akan minggat dari ini kantor hahaaa..

Maaf kawan, bukan beralasan pergi untuk meninggalkan kalian, justru tidak ada alasan yang membuat saya bertahan menghadapi atasan kalian.

May God Bless You AW. Amin.

saya menulis ini bukan tidak menghargai seorang pemimpin, justru saya menghargai karena dia seorang perempuan.

#sekian

Senin, 24 Januari 2011

hopefully happy


oooppss. march.
to meet people who stop by.
to satisfy lust period elapsed.
sorry if it bothers time.
this turns your future.
hopefully happy.
i'm sorry if ruins.
cause he belongs to the choice of your life.
and i don't.

Rabu, 19 Januari 2011

pelajaran minggu ini;

  • tingginya derajat pendidikan tidak menjamin moral yg unggul, tp setidaknya menjadi gratifikasi gelar kemunafikan berstrata.
  • berjalanlah di sebelah kiri, terkecuali jika km menemukan peraturan lain. 
  • teliti itu mutlak!
  • tidak haram suudzon terhadap FLASHDISK orang lain, sekalipun saudara kandung sendiri. karen bulan ini sudah tiga kali format dan reinstal laptop. :|




Jumat, 14 Januari 2011

laki-laki baik dan wanita baik-baik

si Bpk A menceraikan si Ibu B, karena si Bpk B berpoligami. si Ibu B masih mempertahankan hubungan yg sebelumnya damai dan tentram. semenjak kedatangan si Ibu C dengan alasan  si Bpk A sebagai sunah rasul, bubar lah sebuah rukun keluarga. itu biasa. bahkan bisa menjadi kebiasaan mengapa seorang manusia dijadikan mahkluk yg tidak pernah puas. jika kita tak pernah puas, mengapa rasul bisa?  benar, karena kita bukan rasul. kita sebagai umatnya yg selalu sembunyi dibalik kesalehan rasul. selalu mengobral amanah dan ibadah rasul.  maaf tuan, amanah dan ibadah rasul itu tidak hanya beristrikan banyak. masih banyak ibadah lain yg tidak mengganggu dan membuat permusuhan dalam kebahagiaan orang.

di sisi lain

si Ibu X melepaskan hubungan dengan si Bpk Y. lebih memilih si Bpk Z yg terang-terang dia sudah beristri. entah materi yg sedang ia kejar, atau motivasi lain. merusak hubungan orang lain itu immoral. pun jika si Bpk Z setuju (balik lg dgn persoalan manusia yg tak pernah puas dgn embelembel sunah rasul bla bla bla), jika tanpa persetujuan istrinya itu jg tak bermoral. bukan saya meracau memikirkan atau mengurus moral orang lain. tetapi ini menjadi topik hangat bangsa bermoral!!. ketika wanita ingin disetarakan dengan laki-laki, semua hal yg dilakukan seorang laki-laki, para wanita ingin menyamakan kedudukannya dengan laki-laki. ketika para laki-laki berpoligami, mereka iri, mereka merasa diadili oleh kitabnya sendiri.
Ya Tuhan, siapa bapak dari anak-anak dari ibu yang berpoliandri?. disaat mereka mengajukan diri untuk disetarakan dengan laki-laki dalam hal ini. apakah hawa mengajarkan ini juga? atau mereka terperangkap budaya?

karena penggalan cerita diatas merupakan kisah seorang ustad dan seorang ustadzah.
oh malunya saya Tuhan.

apakah seorang ulama adalah seorang laki-laki yg baik-baik?
apakah seorang ustadzah adalah seorang wanita yg baik-baik?
apakah seorang narapidana bukan seorang laki-laki yg baik-baik?
apakah seorang pelacur bukan seorang wanita yg baik-baik?
dapatkah seorang yg tidak baik menjadi orang yg baik-baik?
atau sebaliknya?

ini zaman, ini masa,
ketika kami tak bisa melihat yg baik untuk diri kita.
siapa yg bisa menyusur alfa saya yg dalam ilmu ini?

"wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).
(QS An Nur:26)"